Thursday, October 17, 2013

Pengalaman Pertama Naik BTS di Bangkok


Walaupun ini bukan pengalaman pertama saya jalan-jalan ke Bangkok, namun naik BTS baru pertama kali ini saya lakukan. Bangkok Mass Transit System atau yang dikenal dengan istilah BTS adalah sejenis monorail atau sky train. Kalau di Indonesia miriplah dengan commuter line, cuma posisi BTS ini di atas.Di dalam BTS,  AC nya juga masih terasa sejuk walau penumpangnya berjubel. BTS merupakan salah satu pilihan transportasi yang nyaman di tengah kota Bangkok yang macet, selain itu ongkosnya juga terjangkau. 

Ticket Mechines
Bagi pendatang seperti saya, selain berpegang Peta Bangkok yang saya peroleh di lobi hotel, BTS juga sangat memudahkan kita untuk menjangkau beberapa tempat-tempat wisata terkenal di Bangkok, seperti MBK, Chatuchak, Terminal 21, dll. Insya allah ngga bakalan tersesat deh, asal kita bisa baca. Hehehe. Kali ini saya mencoba naik BTS dari Stasiun Phrom Phong ke National Stadium. Tujuan utamanya sebenarnya adalah MBK, salah satu pusat perbelanjaan yang terkenal di Bangkok, yang juga menyediakan food court untuk muslim alias halal food. Nanti kita cerita sendiri tentang MBK di bagian yang lain ya…

Ini Kartunya
Untuk naik BTS, pertama kali yang harus kita siapkan adalah koin atau mata uang logam baht. Tidak semua jenis mata uang logam baht bisa digunakan untuk naik BTS, yang laku adalah mata uang logam 1 (satu) baht, 5 (lima) baht, dan 10 (sepuluh) baht. Karena mesin tiketnya memang sudah di program hanya bisa menerima tiga jenis mata uang itu. Lalu bagaimana jika kita tidak mempunyai mata uang logam? Kita tidak perlu khawatir, karena di stasiun juga disediakan tempat untuk menukar mata uang logam sesuai dengan kebutuhan kita. Terus… jika kita kehabisan baht? Anda juga jangan khawatir karena di stasiun terdapat money changer, yang siap menukar uang kita dengan baht. Oia, saya sarankan bawa dolar saja agar memudahkan kita. Kembali ke laptop… Dari Stasiun Phrom Phong ke National Stadium dikenai biaya 34 baht. Jadi waktu itu saya masukkan ke ticket mechines sebanyak 4 koin 1 baht dan 3 koin 10 baht. Iseng saya coba masukkan koin 2 baht, ternyata di tolak oleh mesin. Setelah koin di terima oleh mesin kemudian keluar kartu BTS yang kita gunakan untuk masuk keluar BTS area. Jangan khawatir langkah-langkah penggunaan ticket mechines tertera lengkap di mesinnya kok… Jadi ngga perlu bingung ya… Bicara tentang penggunaan uang logam untuk naik BTS, saya jadi belajar bahwa betapa pemerintah Thailand begitu menghargai mata uangnya. Pun mata uang terkecil mereka yang bernilai satu baht itu. Jadi ketika mendapatkan uang satu baht pun, akan tetap berhati-hati untuk menyimpan uang tersebut karena dapat digunakan untuk naik BTS. Saya jadi teringat pengalaman di Indonesia, jangankan satu rupiah, seratus rupiah pun sudah seperti tidak laku. Karena memang bingung, seratus rupiah mau diapakan? Dulu mungkin bisa digunakan untuk telepon umum. Tapi kalau sekarang? Bahkan telepon umum pun sudah banyak yang hilang dari peredaran.:D
34 baht
Stasiun Phrom Phong terlihat bersih dan rapi, tidak ada pedagang kaki lima yang berjualan sembarang. Tidak ada sampah yang berserakan di stasiun. Juga tidak sembarangan orang merokok di stasiun. Semua pedagang di stasiun di fasilitasi dengan kios-kios kecil. Penerangannya juga bagus alias tidak remang-remang. Thailand sudah lebih maju dalam kebersihan dan kedisiplinan. Dan saya yakin kita juga bisa. J Selama di dalam kereta kita tidak perlu khawatir akan terlewatkan stasiun tujuan kita, karena di dalam kereta di lengkapi dengan monitor  yang menunjukkan stasiun yang dituju, selain itu rute BTS juga terdapat di balik kartu BTS yang kita pegang. Dari Phrom Phong ke National Stadium  melewati beberapa stasiun antara lain : Asok – Nana – Phloen Chit – Chid Lom – Siam. Dan di stasiun Siam kita turun dulu untuk ganti BTS yang menuju National Stasium. Tidak perlu menunggu lama untuk naik BTS yang menuju National Stadium. Biasanya baru turun kita sudah disambut dengan kereta berikutnya. Pun ketika baru duduk beberapa saat sampailah kita di National Stadium. Cepet banget…Jadi dari Phrom Phong ke National Stadium kira-kira diperlukan waktu 10 menit.  
National Stadium
Awalnya saya membayangkan bahwa dari National Stadium ke MBK akan melewati jalanan trotoar dengan hiruk pikuk  dan polusi asap kendaraan yang menyengat. Ternyata tidak demikian adanya, National Stadium tenyata langsung nyambung dengan MBK. Jadi kita langsung bisa masuk ke MBK tanpa harus keluar dulu dari stasiun. Alhamdulillah nyaman… Sebelum masuk MBK, saya menunggu teman untuk menukarkan uangnya, ternyata menukarkan uang disini lebih tinggi nilainya daripada di bandara. Pengalaman deh.. Misalnya 1 dolar di bandara sama dengan 29,68 baht, sedangkan disini satu dolar sama dengan 30,47 baht. Kalau nukernya satu dolar mungkin tidak terasa selisihnya, tapi kalau menukarkannya 4000 dolar selisihnya lumayan juga kan…

Wednesday, October 9, 2013

Pengalaman Check In di Hotel Lotus Sukhumvit Bangkok



Dari Bandara Suvarnabhumi ke hotel kami dijemput oleh panitia, alhamdulillah hemat waktu dan hemat biaya karena tidak harus muter-muter mencari lokasi dan mengeluarkan ongkos sendiri. Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam kami akhirnya tiba di lokasi yang di tuju, Hotel Lotus Sukhumvit Soi 33 Bangkok. Kamipun langsung menuju resepsionis untuk check in. 

Pertama, kami diminta untuk menyerahkan paspor. Jadi yang namanya paspor jangan sampai salah naruh ya..penting...

Kedua, kami diminta untuk mengisi formulir kedatangan. Ya isinya standarlah, nama, alamat, pekerjaan, tanggal masuk, tanggal keluar. Trus tanda tangan deh.


Satu Hari Satu Parword Wi Fi. Mantep Euy...

Ketiga, saat bayar membayar deh...pengalaman beberapa kali check in biasanya hanya diminta untuk membayar deposit dan penyelesainnya nanti pas check out, namun check in kali ini  diminta untuk membayar deposit 1000 baht per hari ditambah biaya menginap selama 4 hari. Jadi khususnya aku harus membayar depoasit 1000 baht x 4 hari = 4000 baht, ditambah biaya menginap 2000 baht x 4 hari = 8000 baht. Total 12000 baht. Wowww...kagetlah aku...12000 baht???? uang aja hanya menukarkan 11000 baht, dari mana nombokinnya??? Melihat kebingungan kami, resepsionis kemudian memberitahukan bahwa pembayaran boleh dengan menggunakan USD alias dolar amerika. Alhamdulillah lega, beberapa saat. Namun kemudian aku berpikir kalau di bayar dengan dolar sisa uang baht mau aku apakan??? 11000 baht kan ngga mungkin juga aku habiskan untuk belanja dan jalan-jalan, apalagi ini kan bukan khusus acara jalan-jalan juga. Karena dari awal membawa 11000 baht itu sudah dengan perincian 8000 baht untuk hotel dan 3000 baht untuk makan dan belanja. Toh deposit akhirnya juga dikembalikan kalau kita tidak ada pemakaian mini bar atau yang lain. Akhirnya memutar otak deh, dan jreng...jreng...jreng...ketemulah ide. Aku bayar deposit dengan menggunakan dolar dan biaya menginap dengan menggunakan baht. Deal. Alhamdulillah pihak hotel juga setuju. Aku mengeluarkan 100 USD untuk deposit dan 8000 baht untuk biaya hotel. Jadi pengalaman ya sodara-sodara kalau bepergian keluar negeri khususnya ke Thailand, selain membawa baht juga membawa dolar. Antisipasi kalau rupiah ngga laku. Seperti pengalaman teman yang saat itu check in bareng aku. Kecuali kita memang membawa baht yang buanyak...Hehehe.

Keempat, setelah urusan bayar membaya beres, berikutnya kami dapat bukti pembayaran, kunci untuk masuk hotel dan pasword wifi. Karena menginap 4 hari aku mendapat 4 macam pasword wifi, masing-masing pasword hanya berlaku 24 jam, dan untuk 5 kali log in. Hihihi, pengalaman pertama. Detail buanget ya hitungannya..

Kelima, kami diantarkan ke lift untuk menuju kamar masing-masing. Satu kartu ternyata untuk menuju satu lantai, tidak bisa saling nebeng ya. Jika berada dilantai yang berbeda maka harus menggunakan kartu yang berbeda. Hiyaaa, bener-bener nih security...

Seperti Perjalanan Menemukan Harta Karun.Hihihi


Keenam, alhamdulillah...finally sampai juga ditempat tujuan setelah melalui berbagai tahapan alias pembelajaran buatku. Mudah-mudahan kapan-kapan dapat pengalaman baru dibelahan bumi Allah yang lain. Ngarep...hehee..