Tuesday, June 2, 2015

Tour and Tea Walk 2015 : Kebun Teh Gunung Mas



Alhamdulillah…waktu yang dinanti datang juga. Jalan-jalan bersama Ibu-Ibu RT. Jam 05.30 Ibu-Ibu sudah antusias keluar dari rumah masing-masing menuju meeting point yang telah disepakati. Karena jam 06.00 tepat bus akan berangkat menuju lokasi. Mengantisipasi kemacetan menuju arah puncak. Melihat tetangga kanan kiri pada semangat, kamipun jadi ikut semangat.
Tim Bapak-Bapak
Sesuai dengan rencana, jam 06.00 semua peserta sudah siap di dalam bus. Diawali dengan berdoa yang dipimpin oleh Bapak RT, kemudian bus pun mulai melaju. Kami para peserta mendapat bingkisan handuk, bertuliskan PKK RT. Kemudian berikutnya dapat snack dan minuman. Alhamdulillah semua senang.
Jam 10.00 bus tiba di lokasi, Kebun Teh Gunung Mas. Sesampai disini kemudian acara dilanjutkan dengan jalan mengelilingi kebun teh alias tea walk.Menikmati indahnya panorama puncak dan segarnya udara di puncak.
Keliling Kebun Teh
Awalnya kami bayangkan bahwa kebun teh itu, adalah kebun yang semuanya isinya pohon teh. Namun tidak demikian rupanya. Selain teh rupanya dikebun ini juga ditanam pohon jeruk, manggis, juga nanas. Oia…peserta tea walk ini dari semua usia lho… ada anak-anak, remaja, ibu-ibu, bapak-bapak, juga kakek-kakek dan nenek-nenek. Lengkap pokoknya… Kalau anak-anak atau anak muda jalan mendaki perkebunan teh, medan seperti ini  mungkin merupakan suatu hal yang biasa. Namun yang membuat kami kagum adalah ketika melihat kakek-kakek dan nenek-nenek begitu antusias mengikuti tea walk ini dari garis start hingga garis finish. Saya dan suami yang berjalan di belakang beliau-beliau jujur awalnya merasa was-was. Khawatir… jika beliau-beliau ngga kuat berjalan. Selain jalannya cukup jauh, juga mendaki. Namun Alhamdulillah, semua menyelesaikan jalan-jalan dengan semangat dan gembira. Setelah tea walk acara dilanjutkan makan-makan, ramah tamah dan yang dinanti-nanti adalah pembagian doorprize. Yeayyy… horeeeyyy… 
Oia bagi yang hobi berkuda atau ingin merasakan naik kuda, bisa kita nikmati juga disini. Seru kali ya keliling kebun teh sambil naik kuda. 
Keep Smile
Back to laptop, doorprize nya banyak banget… Ada kotak makanan, payung, magic com, pemanggang roti, hand phone, tempat mimum, dan lain-lain. Semua in syaa allah kebagian sesuai dengan rezeki yang Allah takdirkan. Alhamdulillah saya dan suami juga dapat:) Saya dapat kotak makan dan suami dapat payung.

Selesai pembagian doorprize acara dilanjutkan shalat dhuhur. Kemudian lanjut pada agenda berikutnya shoping time :) Favoritnya para emak-emak. Tempat belanja pertama di tempat oleh-oleh daerah puncak. Puas belanja disini kemudian dilanjutkan belanja ke Cimory. Mari borong yoghurt :)


Sunday, May 3, 2015

Pancake Hari Pendidikan Nasional



Libur tiga hari di awal bulan Mei ini memberiku kesempatan untuk melakukan sesuatu yang lain dari biasanya. Tepatnya tanggal 2 Mei 2015 kemaren. 2 Mei yang secara resmi diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Oleh karena itu, masih dalam suasana belajar...saya kali ini belajar untuk membuat pancake. Belajar dan sekaligus langsung ikut dilombakan. Bonek bingitssss... Bismillah...
Berbekal dari belajar melalui resep diinternet juga melihat pratik memasaknya di youtube :D , maka tantangan dimulai...
Pertama, siapkan bahan... Bahan utama yang dibutuhkan adalah : 1 box tepung pancake, 1 butir telur ayam dan 150 ml air. Kemudian untuk topingnya terserah kita. Mau kita bikin toping seperti apa... Kalau saya pribadi kali memakai toping strowberry,coklat, dan keju.
Kedua, campur semua bahan lalu aduk-aduk. Setelah tercampur dengan baik diamkan adonan 5-10 menit. Sambil menunggu, kita panaskan pan. Untuk pan silahkan pilih sesuai model yang kita suka. Bisa berbentuk love,star atau circle. Sekali lagi suka-suka kita...
Setelah itu... masukkan adonan ke dalam pan yang sudah kita siapkan. Tunggu beberapa menit hingga matang. Oia jangan lupa untuk menyalakan api yang kecil saja agar tidak gosong.
Harus sabar menanti hingga keluar gelembung-gelembung atau bubles. Setelah matang angkat. Kemudian berikutnya kita sajikan bersama topingnya. Dan inilah hasilnya...
Alhamdulillah...jadi juga.. Rasanya tak percaya dengan diri sendiri. Kok bisa ya...Maklum jarang-jarang bikin hal-hal beginian... Selamat mencoba :)
Pancake Hari Pendidikan Nasional

Friday, April 17, 2015

Panorama Pagimana



Jika sebelumnya saya sudah bercerita tentang air terjun Salodik alias Salodik Waterfall. Kali ini saya akan cerita tentang panorama Pagimana. Do you know Pagimana? Pagimana adalah salah satu kecamatan di Sulawesi Tengah. Daerah ini terkenal dengan produksi ikan asinnya. 


Waktu itu kebetulan saya mau ke Desa Simpang Satu, Kecamatan Bunta, Sulawesi Tengah, jadi singgah dulu di sini untuk makan siang. Perjalanan yang cukup lengkap siang itu. Setelah singgah sebentar di air terjun Salodik, dilanjutkan makan siang di Pagimana. Di pinggir jalan Trans Sulawesi ini terdapat beberapa rumah makan dengan menu ikan laut segar.


Kita singgah di Rumah Makan Anugerah. Pesen ikan bakar. Jadi ikannya bener-bener dipancing dulu baru kemudian dibakar. Makin maknyuss ketika disajikan bersama sambel dabu-dabu dan cah kangkung. Simple is delicious.
Sambil menunggu ikan dibakar, kita bisa menikmati panomara disini. Laut yang biru, airnya jernih, serta ratusan ikan berenang-renang di tepian. Semua nampak jelas di depan mata. Gemes jadi pengen diserok, trus digoreng…kayaknya gurih banget :P. Inilah panorama Pagimana…


Ditengah kebahagiaan saya, disitu kadang saya merasa sedih. Disini saya mulai melihat beberapa sampah mengambang di atas laut. Heeemmm…tega banget yang buang sampah disini. Laut sudah memberi kita banyak ikan, kita balas dengan memberi laut sampah…???

Salodik Waterfall



Ini adalah minggu yang ke 3 saya ke Sulawesi Tengah. Minggu pertama dan kedua dengan tujuan Parigi Moutong, sedangkan minggu yang ketiga tujuannya adalah Luwuk alias Kabupaten Banggai. Jika melihat kembali plan yang sudah dibicarakan, minggu yang ketiga ini sebenarnya bukan saya yang harus berangkat, namun karena mendadak teman saya sakit, maka setelah dibicarakan kembali akhirnya diputuskanlah saya untuk berangkat. Maka lengkap sudah tiga minggu berturut-turut saya bolak-balik Jakarta-Sulawesi Tengah. Pada minggu pertama dan kedua setiap pergi saya tidak pernah sendiri, selalu ada teman minimal satu orang. Dan diminggu ketiga ini saya berangkat sendirian. Sepi rasanya, meskipun saya berada ditengah keramaian. Betapa indahnya sebuah kebersamaan itu. Wuaaaa..mendadak rindu dengan teman-teman seperjuangan.
Tapi jika kembali pada sebuah keyakinan. Bahwa tidak ada satupun kejadian di muka bumi ini yang terjadi secara kebetulan, semua pasti karena kehendakNya, pun takdir perjalananku kali ini. Bismillah, semoga menjadi perjalanan yang pernuh berkah.
Pesawat berangkat pukul 18.10, dan tiba di Palu pukul 22.00. Bandara masih ramai, selain diramaikan oleh para penumpang juga diramaikan oleh para penjemput. Karena malam itu kita berbarengan dengan rombongan umroh. Jadi banyak sekali yang ingin menjemput keluarganya.
Begitu selesai ambil bagasi, kemudian saya memesan taksi bandara, untuk mengantarkan saya menuju Hotek Santika. Dari bandara ke Santika dikenai tarif Rp 75.000,-. Sengaja naik taksi, meskipun teman saya sudah menawari saya beberapa kali untuk menjemput saya, biar tidak merepotkan. Malam itu saya menginap di Palu, dan keesokkan harinya saya menuju bandara untuk melanjutkan perjalanan ke Luwuk alias Banggai.
Pesawat berangkat jam 11.55 dari Palu. Dan sekitar 55 menit saya sudah tiba di Banggai. Alhamdulillah, finally tiba lagi di Banggai… 
Alhamdulillah sampe juga..
Tempat ini tetap indah dan mempesona… Terutama pantainya. Dan kali ini…keindahan itu salah satunya saya temukan di air terjun Salodik alias Salodik Waterfall. Kawasan ini terletak di pinggir Jalan Trans Sulawesi. Sangat mudah dijangkau dan tidak jauh dari pusat kota Banggai. Dari kota Luwuk bisa ditempuh dalam waktu tidak lebih dari satu jam baik naik motor maupun naik mobil.
Subhanallah...Indahnya..
Begitu masuk ke tempat ini, yang pertama kali terasa adalah sejuk…adem… Rimbunan pepohonan memayungi tempat ini. Meski siang ngga khawatir kepanasan. Tak jauh dari pintu masuk kita jumpai sungai Salodik yang begitu jernih airnya. Yang disambung dengan undakan air terjun di dekatnya. Air terjun Salodik ini mirip dengan air terjun Niagara dalam ukuran mini. Hehehe meskipun saya baru melihat air terjun Niagara dari foto saja.
Enaknya ngadem disini...
Airnya adem banget… Sejuk khas pegunungan. Bagi yang pengen mandi, bisa juga mandi disini. Cuma harus hati-hati ya…karena bebatuan di dasar sungai ini hijau berlumut. 
Adem....
Harga tiket masuk ke lokasi wisata ini sangat terjangkau, Rp 2.000,- per orang. Bagi yang menempuh perjalanan darat ke Palu, bisa singgah ditempat ini untuk sekedar melepas penat. Karena disini juga ada balai-balai untuk duduk-duduk. Selamat mencoba dan jangan lupa keep clean this area :)

Tuesday, March 31, 2015

Cacao Development Center



Wuahh…. Rasanya lama sekali tidak menyentuh blog ini. Lagi-lagi karena alasan sibuk ini dan itu. Berikut saya mau memposting tentang Cacao Develompent Center alias CDC yang berada di Desa Sidole Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah. Btw, apa itu CDC? 
CDC adalah salah demplot kakao. CDC ini merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Pertanian dengan PT MARS melalui Program READ yang ada di Kabupaten Parigi Moutong. Petani bisa belajar disini. Disini ada rumah belajar dan juga  rumah pembibitan. Rumah belajar adalah rumah yang digunakan oleh petani untuk belajar. Di sini petani bisa berkumpul dan berdiskusi bersama. Metode pembibitan yang dipakai disini adalah sambung pucuk. Dan inilah hasilnya :)
Buahnya Lebat Sekali
Buahnya Besar-Besar
Usianya Muda Buahnya Lebat