Tuesday, March 26, 2013

Nambah Koleksi : Gantungan Kunci dari Vietnam



Alhamdulillah dapat yang hijau :)

Alhamdulillah, baru saja dapat oleh-oleh gantungan kunci dari Mbak Anissa, Country Programme Facilitator IFAD Indonesia. Beliau habis pergi dari Vietnam.Walau belum pernah ke Vietnam minimal sudah dapat oleh-olehnya duluan. Aku yakin bukanlah orang satu-satunya yang ada dalam hati dan ingatan Mbak Nisa, namun aku bersyukur karena termasuk salah satu orang yang masuk dalam ingatannya saat berbelanja di sana. Salah satu berkah dari silaturahim. Semoga suatu saat bisa pergi ke sana beneran pada waktu terbaik yang sudah Allah tentukan. Aamiin. Hehehe. Ngarep.com

#terima kasih Mbak Anissa, ditunggu oleh-oleh berikutnya :)

Thursday, March 21, 2013

Belajar Lagi : National Rountable Workshop and Indonesia Country Programme Evaluation



21 Maret 2013 di Hotel Mandarin Oriental

Alhamdulillah, hari ini (Kamis, 21 Maret 2013) dapat pengalaman baru lagi. Ikut menjadi peserta di National Rountable Workshop Indonesia Country Programme Evaluation di Hotel Mandarin Oriental Jakarta. Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan. Keren..Nuansanya elegan, Indonesia banget. Mulai dari panitianya, backgroundnya, booknotenya, batik semua. Di sini aku bisa bertemu dengan teman-teman dari beberapa kementerian lain dan juga dengan orang-orang IFAD. Ssttt, ini adalah pengalaman yang kedua aku masuk Hotel Mandarin Oriental. Yang pertama juga baru kemaren, namun hanya sampai di lobby hotel saja, janjian dengan Ibu Ruth Farrant. Beliau adalah Director and Controller, Controller's and Financial Services Division, Financial Operations Department dari IFAD, Kemudian mengantar beliau ke BPKP.

Bu Juminah sedang presentasi
Oia, dalam kesempatan ini ada petani dari desa Mayajaya Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah yang presentasi lhooo..Subhanallah, heibat. Lancar banget dalam menyampaikan presentasinya. Ngga pakai "e....e...e...". Namanya Ibu Juminah. Beliau mempresentasikan tentang manfaat proyek READ bagi dirinya khususnya dan petani di Mayajaya pada umumnya. Sampai semua memberikan tepuk tangan pas beliau selesai presentasi. 

Workshop Kit
Dan aku  datang disini salah satunya juga untuk memberikan semangat kepada Ibu Juminah ini.Eh bukan ding, tepatnya aku mau belajar dari Bu Juminah. Bagaimana beliau presentasi didepan para hadirin yang berasal dari dalam dan luar negeri dengan begitu tenangnya. Hidup petani Indonesia. Majulah petani Indonesia...  

Friday, March 15, 2013

Selama di Jakarta sudah Khatam Berapa Kali?


Jumat, 15 Maret 2013
Ting..... Hapeku berbunyi. Bukan sms bukan bbm, ternyata info kalau aku dapat pesan dari facebook. Refleks segera kubuka dan kubaca isinya. Jlebbb. Kena deh aku. Ngga bisa ngomong apa-apa. Terdiam dan merenungi isi pesan ini: "Salam. Selama di Jkarta sudah khatam al-Qur'an berapa kali tadarusnya??? Atau mudah-mudahan sudah nambah banyak hafalanya...amiiin"

Ngga bisa ngomong. Istighfar sebanyak-banyaknya Ning... Ya Allah, terima kasih telah Engkau ingatkan aku hari ini melalui pesan yang dikirim oleh saudara saya yang jauh disana. Betapa indahnya ukhuwah ini. Saling mengingatkan dalam kebaikan. Tak membiarkan saudaranya terlena. Sepertinya beliau sangat memahami apa yang mungkin aku hadapi selama di Jakarta. Dikantor dari pagi hingga sore hari. Belum kalau terkena macet di jalan. Belum kalau harus menghadapi kesibukan di kantor hingga jam pulang pun mundur. Semoga makin banyak kesibukan, makin pintar dalam memanfaatkan waktu. 

#renungan sore ini didedikasikan khusus untuk aku, Ning.
#semoga tak pernah bosan mengingatkan diri yang sering lupa ini.

Thursday, March 14, 2013

Mari Ke Ponorogo 4 : Sate dan Gule Kambing



Gule Kambing
Sudah masuk dalam check list, sate kambing dan gule kambing adalah makanan yang wajib dinikmati.Kalau di Ponorogo makan gule atau gulai itu lauknya ya sate kambing. Keduanya adalah bagian yang tak terpisahkan :). Dimana jual gulai disitu jual sate. Jadi ngga ada warung-warung di Ponorogo yang jual sate kambing saja atau gulai saja. Gampang juga untuk menemukan warung sate gule ini. Hampir disetiap jalan ada yang jual. Bahkan sampai ke desa-desa. 
Sate yang sudah diambil tusuknya
Pikulan Terbalik
Yang unik dari warung sate gule itu adalah pikulan terbalik. Ya kalau dipikir, bagaimana cari memikulnya ya. Hehehe. Terus naruh gulainya di kuwali yang terbuat dari tanah. Traditional banget. Bikin makin yakin kalau masakan ini enak. Tempat duduk yang beli melingkari yang jual, ada didepan, samping kiri dan belakang penjual. Hemm... bikin suasana makin hangat. Kalau samping kanannya biasanya dipakai wira-wiri oleh pelayanan yang mengantarkan sate, atau memesan minuman. Terus saling ngobrol-ngobrol dalam bahasa Jawa, terasa banget keramahan disini. Mau makan aja permisi dulu dengan pembeli disebelahnya, "Monggo Bu, kula rumiyin", terus dijawablah sama pembeli disebelahnya"Oh nggih, monggo-monggo..", dengan senyum yang menyertai. Semoga suasana-suasana seperti ini senantiasa terjaga. Aku bangga jadi anak Ponorogo :D

Mari Ke Ponorogo 3 : Makan Durian dan Pesona Telaga Ngebel



Telaga Ngebel, siapa mau naik perahu?
Tak lengkap rasanya kalau ke Ponorogo tak singgah di Telaga Ngebel. Seperti namanya Telaga Ngebel, telaga ini terletak di Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Kalau dari Pusat kota Ponorogo, jaraknya sekitar 30 kilometer. Melewati jalanan yang berkelok dengan pemandangan indah di kanan kirinya. Dan suasana sejuk makin terasa saat perjalanan sudah semakin mendekati telaga. Bagiku ini sebagai warga Ponorogo asli mendengar nama Telaga Ngebel, bahkan membaca legendanya sudah saya lakukan sejak Sekolah Dasar. Namun yang namanya menginjakkan kaki di tempat ini, ini adalah untuk yang pertama kalinya. Wuahh...buka rahasia pribadi.Kalau bahasa Ponorogonya ngisin-isini alias malu-maluin :)

Konsentrasi banget makannya :)
Kalau biasanya mengelilingi telaga ini dengan menggunakan kendaraan darat, kita juga dapat menikmati serunya mengelilingi telaga ini dengan menggunakan perahu. Tarifnya ngga mahal kok, Rp 5.000,- per orang. Atau kalau tak mau menunggu penumpang lain bisa sewa satu perahu dengan tarif Rp 50.000,-. Seperti halnya tak lengkap rasanya kalau ke Ponorogo tak singgah ke Telaga Ngebel maka menjadi tak lengkap pula kalau berwisata ke Telaga Ngebel tak menikmati legitnya buah durian atau duren yang ada disini.

Mborong-mborong mumpung lagi musim :P
Puas makan durian di sini bawa pulang juga sebagai langkah antisipasi kalau sesampainya di rumah mupeng lagi. Pas musim durian seperti ini banyak masyarakat berjualan durian di sepanjang jalan menuju Telaga Ngebel. Biasanya kalau yang dijual di pinggir jalan begini harganya lebih murah daripada yang dijual di pasar. Buahnya pun masih segar-segar, karena setelah petik langsung dijual. Selain durian banyak juga masyarakat yang menjual buah manggis dan pundungan. Cocok deh buat yang suka asem-asem.