Monday, January 16, 2017

Jalan-jalan ke Masjid Kubah Emas Depok



Waktu terus berjalan,detik berganti, menit berganti, jam berganti, hari berganti, bulan berganti, dan tahun pun telah berganti. 2016 telah berlalu. Menyimpan banyak kenangan, banyak pelajaran, suka duka, tangis tawa, semoga yang telah berlalu menjadikan kita lebih baik untuk masa yang akan datang. Bismillah… mari menuju 2017. 
Menuju Masjid
Dan hari ini baru disadari bahwa ternyata saya sudah lama sekali tidak meng-update blog saya ini. Waktu itu sangat teringat saya berpikir…besok aja deh… trus keingat lagi… besok aja deh. Dan ternyata besok aja, besok aja yang saya timbun itu menumpuk.. jadilah 4 bulan saya tidak melongok blog saya ini sama sekali. 
Ramai Ketika Musim Liburan
Bismillah mengawali posting pertama di tahun 2017, saya akan menceritakan tentang pengalaman pertama saya jalan-jalan ke Masjid Dian Al Mahri atau yang lebih dikenal dengan Masjid Kubah Emas.
Masjid ini berlokasi di Jalan Raya Meruyung, Limo, Depok. Tidak jauh dari tempat tinggal kami sebenarnya. Tapi baru kali ini kami jalan-jalan ke sini karena mengantar orang tua. 
Halaman Tengah
Kira-kira jam 9 pagi kami sudah tiba di lokasi. Pintu gerbang berada di depan, dan masjid berada di dalam banget. Jadi kalau kita lewat di Jalan Meruyung tidak langsung kelihatan masjidnya. Begitu masuk kita akan dikenakan biaya masuk Rp 10.000,-. Masjid baru dibuka jam 10.00 sehingga sambil menunggu kami manfaatkan untuk jalan-jalan dan foto-foto di sekitar masjid hingga tanpa terasa tibalah waktu masjid di buka. Pintu wanita dan pintu pria terpisah. Bagi yang membawa anak kecil atau balita atau yang sedang haid tidak diperkenankan masuk masjid. Di dalam masjid kita juga tidak diperkenankan untuk berfoto-foto. 

Begitu masuk masjid kami shalat tahiyatul masjid. Duduk-duduk di dalam masjid sambil melihat seluruh isi masjid. Sejukk.... Selesai itu kemudian kami keluar. Mampir beli makan di kantin masjid. 
Puas mengelilingi masjid ini, kami menuju tempat parkir untuk melanjutkan perjalanan. Oia ketika mobil kami hendak keluar dari tempat parkir dikenakan lagi biaya, nominal tidak disebutkan, katanya seikhlasnya. Kami pikir ketika bayar Rp 10.000,- ketika masuk di depan tadi sudah include semuanya. Ternyata belum....Hehehe...
Dari lapangan parkir ke gerbang mobil agak lumayan juga jaraknya, ketika keluar kita tidak perlu menunjukkan apa-apa. Nah, tempat di depan gerbang masjid nanti ada yang akan membantu menyebarangkan mobil kita. Dan di sini tenyata bayar lagi... Kita tanya berapa? Jawabnya Rp 5.000,- :D  
Kalau misalnya kita tidak membawa kendaraan sendiri, bisa menggunakan ojek online atau taksi online.  

Wednesday, August 31, 2016

Keep on fighting....



Pernahkah kita merasa pada suatu ketika dihimpit keadaaan yang benar-benar membuat kita seperti dikepung dari segala penjuru…
“Mbak saya minta data ini dong….” Kata si A
“Oke baiklah” baru selesai menjawab, tiba-tiba datang si B dengan membawa beberapa berkas, “Mba jadi ini berkas yang kemaren, untuk besok data yang diperlukan adalah ini…”
“Siap” dijawab sambil tersenyum. Dan sesaat kemudian hp berbunyi, ada sebuah pesan tertulis , “Mba jadi kita mau meeting dengan klien jam berapa?”
Ketika akan membalas pesan, datang lagi si C,”Mba kata Bapak angkanya tolong dicek kembali.”
Dan seterusnya….. sampai akhirnya kalimat istighfar itu terlafazkan berkali-kali.
Ibnu Qayyim : Bila ingin berdo’a, sementara waktumu sedikit, padahal dadamu dipenuhi banyak keinginan, maka jadikan seluruh doamu berupa istighfar.
Dan saat itulah aku merasa Dia sedang memeluk erat aku....

Friday, July 29, 2016

Ikan Woku

Ikan Woku
Jam sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB. Seiring itu hujan pun turun dengan lebatnya. Buka laptop lagi sambil nunggu hujan. Iseng-iseng lihat foto-foto yang selama ini sudah ditranfer ke laptop tapi belum sempat dihayati. Dan ketemulah foto ini. Masakan khas Sulawesi Tengah, tepatnya dari kabupaten Tolitoli. Ikan woku. Selama mengunjungi beberapa tempat masakan ini tetap belum tergantikan. Jadi kangen Tolitoli.... :)

Thursday, June 30, 2016

Kapankah Ramadhan terbaikmu?



Tak terasa 25 hari sudah Ramadhan berlalu. Ma syaa Allah cepat sekali.... Semoga waktu yang tersisa bisa kita optimalkan. Jaga hati jaga kesehatan :)
Sebuah pertanyaan yang hingga kini terus terngiang.
Jika sekarang kamu berusia 30 tahun. Maka telah 30 kali kamu berjumpa dengan Ramadhan. Dari sekian banyak perjumpaan itu, yang manakah Ramadhan terbaikmu?